Minggu, 07 Agustus 2011

Vitamin B Kompleks Bagian 3



    Vitamin B sangat penting untuk pertumbuhan, perkembangan, dan fungsi lainnya dalam tubuh. Vitamin yang larut air ini merupakan komponen penting dalam aktivitas enzim, yaitu protein yang mengatur reaksi kimia dalam tubuh. Pada dua tulisan saya sebelumnya tentang vitamin B kompleks, sudah dibahas beberapa vitamin yang termasuk kelompok vitamin B kompleks. Kali ini, saya akan melanjutkan pembahasan mengenai vitamin B kompleks.

7. Vitamin B7 (Biotin)
  • Fungsi :
    Vitamin B7 berperan sangat penting dalam metabolism karbohidrat, protein, dan lemak. Vitamin B7 (biotin) membantu tubuh dalam membentuk hormone. Biotin juga merupakan vitamin yang diperlukan untuk membentuk asam lemak dan glukosa, yang sangat berguna dalam menghasilkan energy bagi tubuh.
  • Defisiensi :
    Defisiensi/kekurangan vitamin B7 menimbulkan keluhan dan gejala seperti, mengantuk, lesu, mudah bersikap apatis, lidah terlihat pucat, rambut rontok, sakit otot dan otot lemah, depresi, anoreksia, mual-mual, ruam-ruam di kulit dengan keluhan seperti gatal-gatal, kulit mengelupas, anemia, kolesterol tinggi, masalah jantung. Sebenarnya defisiensi biotin jarang terjadi. Namun bisa saja terjadi bila Anda sering memakan putih telur mentah dalam jumlah yang cukup banyak. Putih telur mentah tersebut mengandung avidin, yaitu protein yang dapat menghambat penyerapan biotin dalam tubuh. Orang yang kecanduan alcohol juga rentan mengalami defisiensi/kekurangan biotin. Selain itu, defisiensi biotin juga bisa terjadi pada bayi dengan keluhan radang pada kulit bayi (seborrheic dermatitis). Hal ini disebabkan karena kurangnya kandungan biotin dalam Air Susu Ibu (ASI), yaitu kurang dari 0.7 mg/100 ml.
  • Dosis :
    Dosis yang dibutuhkan tubuh adalah sekitar 0.1-0.3 mg.
  • Sumber alami :
    Vitamin B7 (biotin) banyak terkandung dalam makanan seperti, kuning telur, daging, ragi, kacang-kacangan, hati, pisang, jamur, semangka, dan anggur, kembang kol, wortel, ikan salmon, ikan sardine.
  • Dosis untuk pengobatan:
    Dosis untuk pengobatan diperlukan bagi mereka yang rentan mengalami defisiensi biotin, seperti gangguan genetic tubuh, ibu yang kurang asupan biotin (berguna bagi bayi yang disusuinya), dan orang yang terlalu banyak mengkonsumsi alcohol. Disamping itu penggunaan biotin juga cukup efektif untuk mengatasi jerawat, eksim, kuku rapuh, ruam popok, rambut rontok.
    Dosis yang digunakan untuk pengobatan adalah 5-10 mg per hari, sementara dosis untuk pencegahan agar jangan sampai terjadi defsiensi yaitu sebesar 0.15 mg.
  • Tanda-tanda keracunan:
    Belum banyak ditemukan keluhan/efek keracunan akibat vitamin B7 (biotin) ini, namun orang yang mengalami masalah seizures/kejang sebaiknya tidak mengkonsumsi biotin kecuali atas sepengetahuan dokter.


8. Vitamin B12 (kobalamin)
  • Fungsi :
    Vitamin B12 memegang peranan yang amat vital dalam pembentukan sel-sel darah, kesehatan fungsi system saraf, dan juga diperlukan tubuh bersamaan dengan penggunaan asam folat. Konsumsi asam folat dalam jumlah yang cukup besar tanpa dibarengi dengan konsumsi vitamin B12 akan sangat berbahaya. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai Asam folat dan vitamin B12 ini, Anda dapat membaca artikel saya.
  • Defisiensi :
    Defisiensi/kekurangan vitamin B12 menimbulkan keluhan dan gejala seperti, gangguan memori otak, konsentrasi yang buruk dan rendah, gangguan belajar, kelelahan, depresi, perubahan suasana hati, penyakit mental yang mengarah ke halusinasi, kebingungan, paranoid, pusing, kesemutan di tangan dan kaki, gangguan keseimbangan tubuh, iritasi pada mulut, lidah merah dan sakit, pencernaan yang buruk, gangguan perut, anemia megaloblaster. Defisiensi vitamin B12 banyak terjadi pada orang yang sudah lanjut usia dan orang vegetarian.
  • Dosis :
    Dosis vitamin B12 yang diperlukan sekitar 1-5 mikrogram per hari untuk orang dewasa yang sehat, dan sekitar 3-4 mikrogram per hari untuk ibu hamil dan menyusui.
  • Sumber alami :
    Vitamin B12 banyak terkandung dalam makanan seperti, hati, ginjal, daging, unggas, ikan, telur, dan produk olahan susu.
  • Dosis untuk pengobatan:
    Dosis kobalamin (vitamin B12) yang digunakan untuk pengobatan akibat defisiensi adalah 1 mg (1000 mikrogram) dalam bentuk hidroksikobalamin/hydroxycobalamin dengan cara injeksi 1-2 kali per minggu, selama 5 minggu, lalu 1 mg tiap 2 bulan. Dosis ini akan meningkat menjadi 5000 mikrogram tiap 2 hari untuk kasus pusing yang sangat parah.
  • Tanda-tanda keracunan:
    Sampai sejauh ini belum ditemukan keluhan dan gejala keracunan yang cukup serius dari penggunaan vitamin B12 (kobalamin).

9. Kolin
  • Fungsi :
    Kolin dalam bentuk fosfatidilkolin dan spingomielin berperan penting dalam menjaga membrane sel agar tetap berfungsi dengan baik. Kolin juga berfungsi dalam hal pembentukan asetilkolin, yaitu neurotransmitter yang menghubungkan impuls listrik sepanjang sinap diantara sel-sel saraf otak, sehingga komunikasi antara sel saraf otak dengan sel otot tetap berjalan dengan baik.
    Selain itu, fungsi penting lainnya dari kolin adalah berguna dalam metabolism lemak. Tanpa kolin, lemak akan terperangkap di dalam hati yang ujungya bisa menyebabkan tingginya kolesterol dan penyempitan pembuluh darah.
  • Defisiensi :
    Defisiensi/kekurangan kolin dapat menimbulkan gangguan hati, ginjal, mual, batu empedu, tukak lambung (ulkus lambung), gangguan memori dan konsentrasi, tekanan darah tinggi, insomnia, pusing, gangguan pertumbuhan tubuh (apalagi pada bayi yang baru lahir), kelainan dalam pembentukan tulang, anemia, infertilitas (ketidaksuburan), ganggunan pernapasan
    Defisiensi atau kekurangan kolin juga dapat menyebabkan timbulnya defisiensi akan asam folat.
  • Dosis :
    Dosis kolin yang dibutuhkan tubuh adalah:
    • bayi usia 0-6 bulan = 125 mg
    • Bayi 6-12 bulan: 150 mg
    • Anak 1-3 tahun: 150 mg
    • Anak 4-8 th: 250 mg
    • Anak 9-13 thn: 375 mg
    • Laki-laki usia 14 thn keatas: 550 mg
    • Perempuan usia 14-18 thn: 400 mg
    • Wanita usia 19 thn keatas: 425 mg
    • Wanita hamil 450 mg
    • Wanita menyusui 550 mg
  • Sumber alami :
    Kolin banyak terkandung dalam makanan seperti, kuning telur, ragi, ikan, kedelai, kacang tanah, hati sapi dan gandum, dan sayuran hijau, pisang, kembang kol, jagung, susu, jeruk, kentang, wijen, tomat.
  • Dosis untuk pengobatan:
    Dosis kolin yang digunakan untuk pengobatan adalah mencapai 10-16 g per hari untuk mengobati penyakit Alzheimer dan depresi.
    Untuk mengatasi masalah gangguan hati dosis kolin yang diperlukan selitar 350 – 500 mg (3 kali sehari) dan untuk menurunkan kolesterol yaitu 500-900mg (3 kali sehari).
  • Tanda-tanda keracunan:
    Tanda-tanda keracunan tidak ditemukan namun efek samping penggunaan suplement kolin adalah muntah, peningkatan air liur, berkeringat dan bau badan.

10. Inositol
  • Fungsi :
    Peranan inositol hampir mirip seperti peranan kolin dalam hal menjaga sel membrane dan komunikasi sel saraf dan sel otot. Inositol dan kolin juga digunakan untuk mencegah meningkatnya kolesterol dalam darah. Inositol juga berperan dalam pertumbuhan rambut, berguna dalam pengobatan penyakit saraf seperti depresi, serangan panic (kecemasan) dan Alzheimer, karena menurut beberapa studi inositol memiliki efek yang dapat menenangkan system saraf manusia.
  • Defisiensi :
    Defisiensi/kekurangan inositol antara lain rambut rontok, sembelit, eksim, kolesterol tinggi, gangguan pada mata.
  • Dosis :
    Dosis inositol yang dibutuhkan tubuh adalah 500 mg per hari.
  • Sumber alami :
    Inositol banyak terkandung dalam makanan seperti, daging sapi, otak, jantung, gandum, beras, beras merah, ragi, susu, kacang-kacangan, buah jeruk (kecuali jeruk lemon)
  • Dosis untuk pengobatan:
    Dosis pengobatan untuk mengatasi berbagai akibat defisiensi yaitu mencapai 3 g per hari.
  • Tanda-tanda keracunan:
    Sejauh ini belum ditemukan tanda-tanda keracunan yang cukup serius.

11. PABA (Para Amino Benzoic Acid)
  • Fungsi :
    PABA merupakan zat yang berperan dalam metabolism asam amino dan sel darah. PABA berfungsi sebagai antioksidan yang mampu mencegah terbentuknya radikal bebas pencetus kanker. PABA juga dapat berguna sebagai bahan dalam tabir surya untuk melindungi kulit dari sinar matahari, mencegah rambut beruban (menjaga pigmen rambut), dan mempertahankan keindahan rambut.
  • Defisiensi :
    Defisiensi/kekurangan PABA antara lain mudah marah, depresi, sembelit, gelisah, masalah kulit eksim, sakit kepala, gangguan pencernaan dan rambut cepat beruban.
  • Dosis :
    Tidak ada dosis yang disarankan per harinya namun penggunaan suplemen PABA dinilai masih aman bila dalam dosis 50-400 mg per hari. Penggunaan suplemen PABA harus disertai dengan penggunaan vitamin B kompleks lainnya, vitamin C dan asam folat.
  • Sumber alami :
    PABA terkandung dalam hati, ragi, gandum, jamur, bayam, hati dan dapat diproduksi oleh bakteri dalam usus manusia.
  • Dosis untuk pengobatan:
    Dosis pengobatan untuk mengatasi schizofrenia yaitu mencapai 2 g per hari (dengan sepengetahuan dokter).
  • Tanda-tanda keracunan:
    Penggunaan PABA berlebihan melebihi 400 mg dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan, gangguan hati, dan ruam dan gatal pada kulit.


     Semoga bermanfaat.***



0 comments:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...