Tampilkan postingan dengan label Kewanitaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kewanitaan. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Februari 2013

Posisi Vagina Yang Mengalami Perubahan

|0 comments
Ghiboo.com - Prolaps alias disfungsi dasar panggul bisa menjadi mimpi buruk bagi tiap wanita.

Prolaps merupakan turun atau keluarnya dinding vagina dari kondisi normal. Biasanya, hal itu terjadi setelah melahirkan anak pertama, dan perubahan ini akan mudah terlihat.

Tentu Anda tidak ingin jika si dia mulai tak tertarik lagi dengan Anda akibat masalah prolaps ini. Maka, sejak dini Anda sudah harus menjaga berat tubuh dan menghindari obesitas yang jadi pemicu risiko prolaps.

Proses melahirkan anak lebih dari 3, atau proses persalinan yang terlalu lama juga dapat menyebabkan terjadinya prolaps.

"Lima puluh persen wanita yang melahirkan berisiko mengalami disfungsi dasar panggul. Untuk menghindarinya, olahraga seperti senam kegel dan pola makan terjaga bisa memperkecil kemungkinan tersebut," jelas Dr. Budi Iman Santoso, SpOG(K), Kepala Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI RSCM, Jakarta.

Mulai sekarang jaga kesehatan panggul Anda lebih ketat! (ins)
(Fitness Indonesia edisi Juni 2011)

Sumber 

Kamis, 10 Januari 2013

3 Hal Penyebab Nyeri Pada Vagina Saat Bercinta

|0 comments
Seks seharusnya tidak menyebabkan trauma khususnya pada wanita. Sebagian wanita merasa takut untuk melakukan seks karena rasa sakit di vagina.

Beberapa dari Anda mungkin pernah mengalami nyeri saat Mr. Happy pasangan melakukan penetrasi. Cari tahu penyebabnya yuk!

Infection.
Hal ini disebabkan oleh bakteri dan jamur. Gerakan yang dilakukan Mr. Happy pada saat melakukan penetrasi ke dalam Miss Cheerful akan mengintensifkan gejala sehingga timbul rasa nyeri, gatal, atau tak nyaman pada Miss Cheerful.
Ouch! Jangan paksakan bercinta dear, karena bisa memperparah keadaan, bahkan Mr. Happy pun rawan tertular.

Irritation.
Banyak hal yang bisa membuat organ intim wanita ini teriritasi. Seperti alat-alat kontrasepsi, cairan pembersih Miss Cheerful, sabun, dan tampon. Disarankan jangan sembarangan menggunakannya ya honey. Segera hentikan pemakaian jika Anda mulai merasa sakit atau tak nyaman pada Miss Cheerful.

Dryness.
Kurangnya lubrikasi bisa menjadi salah satu penyebabnya. Mengapa? Mungkin saja Anda terlalu tegang, kurangnya foreplay, atau ketidakseimbangan hormon, seperti saat setelah melahirkan misalnya. So, pastikan Anda dan pasangan melakukan "pemanasan" dan Miss Cheerful telah mengeluarkan "pelumas" alaminya sebelum Anda bercinta.

(Cosmopolitan Indonesia edisi Agustus 2012)

Sumber

Ingin Mempunyai Vagina Yang Sehat?Sering Seringlah Bercinta

|0 comments
Ghiboo.com - Pada umumnya kedalaman Miss Cheerful adalah 7,5 cm.

Namun, organ vital ini memiliki kapasitas luar biasa saat sebuah benda masuk ke dalamnya secara bertahap, bahkan kedalamannya bisa bertambah 150 hingga 200 persen lho!

Seberapa pun ukuran Mr. Happy, Miss Cheerful mampu menyesuaikannya. Sifat elastisnya ini dipengaruhi banyak hal seperti tinggi badan, rangsangan seksual, dan proses melahirkan.

Pakar kesehatan wanita di UCLA Medical Center, dr. Christine O'Connor mengatakan, Miss Cheerful memang tidak pernah berukuran tetap. Organ wanita yang satu ini bisa berubah sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan.

(Cosmopolitan Indonesia edisi Agustus 2012)

Sumber 

6 Hal Yang Menyebabkan Vagina Menjadi Kering

|0 comments

Ghiboo.com - Hampir semua wanita akan mengalami suatu masa dimana vagina akan terasa kering, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan atau nyeri saat berhubungan seks.

Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter jika hal ini mulai mengganggu dan mengkhawatirkan, apalagi jika kekeringan pada vagina disertai rasa terbakar, gatal, sakit, atau tetap kering meski sudah diberi pelumas buatan. Banyak hal yang menyebabkan vagina kering. Berikut ini ada 6 penyebab vagina kering yang dilansir melalui healthyvaginas, Rabu (22/2).

Penurunan Kadar Estrogen
Salah satu penyebab paling umum dari keringnya miss V adalah penurunan kadar estrogen, terutama saat setelah melahirkan, selama perimenopause, menopause atau menyusui, yang dapat menyebabkan penipisan dan pengeringan dinding vagina.

Pengobatan Kanker
Pengobatan kanker, seperti kemoterapi dan radiasi juga dapat menyebabkan penurunan lubrikasi vagina. Meskipun, kondisi Anda sangat membutuhkan pengobatan ini, Anda bisa menghindari kekeringan pada miss V dengan menggunakan krim pelembab yang berbahan dasar air maupun gel peremajaan vagina. Selain itu, tindakan operasi yang berkaitan reproduksi wanita, seperti operasi pengangkatan rahim, juga akan menyebabkan turunnya produksi lendir lubrikasi.

Penggunaan Obat
Obat antidepresan, asma, alergi dan obat lainnya yang dijual bebas atau yang mengandung antihistamin akan menyebabkan pembuluh darah sistemik, pada gilirannya juga akan menurunkan produksi cairan lubrikasi vagina. Selain itu, penggunaan cairan pembersih vagina juga dapat menganggu keseimbangan di dalam vagina dan menimbulkan peradangan (vaginitis), sehingga vagina terasa kering atau teriritasi.

Alergi
Banyak wanita yang mengalami alergi terhadap bahan kimia dalam deterjen, sabun, produk kebersihan dan parfum yang mempengaruhi kulit mereka. Ternyata, iritasi yang disebabkan oleh pakaian atau handuk juga dapat mempengaruhi vagina Anda. Selain itu, kondom dan pembalut yang memiliki aroma juga harus dihindari karena mengganggu keseimbangan pH alami vagina.

Stres
Faktor psikologis dan emosional, seperti stres dan mudah cemas, ternyata juga mendatangkan malapetaka pada hasrat seksual dengan menyebabkan kekeringan pada vagina. Saat wanita sedang stres, maka aliran darah tidak mengalir dengan baik yang mengakibatkan terjadinya vagina kering.

 Sumber

Hindari Hal Hal Berikut Untuk Kesehatan Vagina Anda?

|0 comments

Tak hanya perawatan kecantikan di wajah saja, area intim pun tak luput dari perhatian.

Kini, perawatan kecantikan vagina sedang nge-tren. Jadi Anda siap untuk ikut tren tersebut, maka bersiaplah untuk mengalami risiko berbahaya bagi kesehatan.

Berikut tren kecantikan bagi Miss V yang berbahaya, dilansir dari Health.com (9/1).


Mengecat bulu kemaluan. Kulit di area kemaluan jauh lebih mudah iritasi karena sangat sensitif dibandingkan kulit kepala Anda. Jadi, pikirkan ulang sebelum mewarnai bulu kemaluan demi mencegah terjadinya iritasi di daerah Miss V.



Bleaching. Bleaching atau pemutihan sengaja di lakukan wanita agar memiliki kulit yang lebih cerah di sekitar vagina. Sayangnya, bleaching dapat menyebabkan kulit iritasi, melepuh bahkan sulit buang air besar. "Jika dilakukan dengan tidak benar, ada kemungkinan risiko terkena herpes atau infeksi bakteri," jelas dermatolog Doris Day.

Brazilian waxing. Menghilangkan hampir semua bulu kemaluan bukanlah ide yang baik. Sadarkah Anda bahwa bulu kemaluan memberikan perlindungan bagi vagina Anda? "Waxing dapat mengangkat atau merobek kulit halus, yang menyebabkan rambut tumbuh ke dalam, timbul ruam dan infeksi," tegas Dr. Libby Edwards, MD, chief
of dermatology di Carolinas Medical Center, Carolina.

Tindik vagina. Tak hanya di telinga atau hidung saja. Tren tindik yang cukup nyeleneh juga dilakukan di sekitar vagina. Tentu saja risiko terkena infeksi sangat besar, mengingat area intim Anda sangat sensitif. Waspadai juga risiko pembengkakan dan kemerahan.

Sumber 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...