Minggu, 07 Agustus 2011

Dampak Kekurangan Vitamin D

|0 comments

     Kadar vitamin D dalam tubuh yang rendah memiliki kaitan kuat dengan resiko terkena serangan jantung, gagal jantung dan stroke demikian menurut hasil penelitian. Resiko terkena penyakit yang berhubungan dengan jantung terjadi terutama dengan mereka-mereka yang menderita penyakit tekanan darah tinggi. Penelitian tersebut menyatakan vitamin D dapat melindungi seseorang dari penyakit jantung.

     Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dan diyakini sangat penting bagi kesehatan tulang, namun sejumlah penelitian menunjukkan vitamin D juga memiliki faedah lainnya. Pada orang usia dewasa kekurangan vitamin D dapat menjadi penyebab osteoporosis.

     Tim peneliti yang dipimpin oleh Dr Thomas Wang dari Fakultas Kedokteran Harvard di Boston yang melibatkan 1.739 orang dengan rata-rata usia 59 tahun yang diikuti perkembangan kesehatannya selama 5 tahun dengan mengambil sampel darah mereka untuk melihat kadar vitamin D.

     Mereka yang memiliki tingkat vitamin D dalam darah rendah, 60% di antaranya memiliki resiko tinggi terkena serangan jantung, gagal jantung dan stroke dibandingkan dengan mereka-mereka yang memiliki kadar vitamin D yang lebih tinggi bahkan yang diketahui memiliki faktor resiko tinggi terkena serangan jantung yaitu diabetes, kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi.

     Resiko terkena serangan jantung, gagal jantung atau stroke dua kali lipat pada mereka-mereka yang memiliki tekanan darah tinggi (hipertensi) dan kekurangan vitamin D, kata para peneliti.
Hasil temuan dipublikasikan dalam buletin yang dipublikasikan oleh persatuan Dokter Ahli Jantung Amerika Serikat.

     Wang mengatakan hasil temuan tersebut memberikan harapan namun masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa asupan tambahan vitamin D akan menurunkan resiko terkena serangan jantung, gagal jantung dan stroke dan terlalu tergesa-gesa apabila menganjurkan kepada para penderita tersebut di atas untuk menerima asupan tambahan vitamin D untuk tujuan tersebut di atas.

“Kekurangan vitamin D adalah satu kondisi yang biasa terjadi terutama di negara-negara yang tidak menerima sinar matahari yang cukup selama masa musim dingin.”
“Sebenarnya cukup dapat dibenarkan apabila memperbaiki keadaan kekurangan vitamin D dengan mengubah pola makan memberikan tambahan asupan yang berisi vitamin D,” kata Wang.

     Tubuh manusia membuat Vitamin D pada saat kulit terkena pajanan sinar matahari . Tak banyak makanan yang banyak mengandung vitamin D. Vitamin D banyak ditemukan pada daging ikan salmon, dan susu umumnya diberi unsur tambahan vitamin D.

     Para ahli mengatakan terkena pajanan selama 10 sampai 15 menit tiga kali dalam sepekan sudah cukup untuk memproduksi vitamin D yang dibutuhkan tubuh.“Ada sejumlah banyak literatur yang menyatakan bahwa vitamin D seringkali melakukan kerja terhadap jantung dan pembuluh darah utama, dan seringkali pula ditemukan bahwa kekurangan vitamin D disangkut-pautkan dengan perkembangan tak abnormal dari jantung.”

     Hasil penelitian sebelumnya juga menyatakan bahwa menerima asupan tambahan vitamin D dapat melindungi dari terkena sejumlah jenis kanker demikian pula dengan multiple sklerosisi.

Orang-orang yang ikut serta menjadi relawan dalam penelitian itu adalah mereka yang menjadi peserta relawan dari pusat penelitian kesehatan jantung Framingham di Massachusetts yang tak memiliki sejarah kesehatan keluarga sakit jantung dan semuanya berkulit putih

     Semoga bermanfaat.***

Vitamin C Sebagai perlindungan Skurvi Dan Flu

|0 comments


     Memang, secara langsung Vitamin C telah banyak dikenal berkaitan dengan sebagai perlindungan terhadap skurvi dan flu. Buah yang kaya akan vitamin C merupakan antioksidan kuat yang dapat melindungi DNA selular dari kerusakan akibat oksidasi. Serena Guarnieri dan para peneliti lainnya pada Divisi Nutrisi Manusia, Universitas Milan, Itali, menduga bahwa suplemen vitamin C tidak memiliki efek perlindungan yang sama dengan buah seperti jeruk. Para subjek uji diberikan minum satu gelas jus jeruk, minuman yang mengandung vitamin C hasil pemrosesan dan larutan gula. Jus jeruk dan minuman dengan vitamin C yang telah diproses, masing-masing mengandung 150 mg vitamin C sedangkan larutan gula tidak. Sampel darah subjek uji diambil pada 3 jam dan 24 jam setelah meminum larutan uji. Tingkat vitamin C pada plasma darah menngkat setelah meminum jus jeruk dan minuman yang mengandung vitamin C hasil pemrosesan. Kerusakan DNA akibat oksidasi mengalami penurunan secara berarti pada sampel darah subjek uji yang mendapatkan jus jeruk sementara minuman dengan vitamin C yang telah diproses dan larutan gula tidak menunjukkan efek perlindungan tersebut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa vitamin C bukan satu-satunya komponen yang bertanggung jawab terhadap adanya efek entioksidan, ada hal lain yang perlu diteliti lebih lanjut. Vitamin C yang tersedia dalam matriks buah beserta dengan berbagai substansi bermanfaat lainnya kemungkina berinteraksi satu sama lain. Peneliti gizi lainnya menduga bahwa kemungkinan gula dalam jus berinteraksi dengan vitamin C untuk menghasilkan efek antioksidan. Efek dari senyawa fitokimia (sianidin-3-glikosida, flavanon dan karotenoid) yang ada dalam jeruk perlu diteliti lebih lanjut untuk memperjelas dugaan ini.

Vitamin B Kompleks Bagian 3

|0 comments


    Vitamin B sangat penting untuk pertumbuhan, perkembangan, dan fungsi lainnya dalam tubuh. Vitamin yang larut air ini merupakan komponen penting dalam aktivitas enzim, yaitu protein yang mengatur reaksi kimia dalam tubuh. Pada dua tulisan saya sebelumnya tentang vitamin B kompleks, sudah dibahas beberapa vitamin yang termasuk kelompok vitamin B kompleks. Kali ini, saya akan melanjutkan pembahasan mengenai vitamin B kompleks.

7. Vitamin B7 (Biotin)
  • Fungsi :
    Vitamin B7 berperan sangat penting dalam metabolism karbohidrat, protein, dan lemak. Vitamin B7 (biotin) membantu tubuh dalam membentuk hormone. Biotin juga merupakan vitamin yang diperlukan untuk membentuk asam lemak dan glukosa, yang sangat berguna dalam menghasilkan energy bagi tubuh.
  • Defisiensi :
    Defisiensi/kekurangan vitamin B7 menimbulkan keluhan dan gejala seperti, mengantuk, lesu, mudah bersikap apatis, lidah terlihat pucat, rambut rontok, sakit otot dan otot lemah, depresi, anoreksia, mual-mual, ruam-ruam di kulit dengan keluhan seperti gatal-gatal, kulit mengelupas, anemia, kolesterol tinggi, masalah jantung. Sebenarnya defisiensi biotin jarang terjadi. Namun bisa saja terjadi bila Anda sering memakan putih telur mentah dalam jumlah yang cukup banyak. Putih telur mentah tersebut mengandung avidin, yaitu protein yang dapat menghambat penyerapan biotin dalam tubuh. Orang yang kecanduan alcohol juga rentan mengalami defisiensi/kekurangan biotin. Selain itu, defisiensi biotin juga bisa terjadi pada bayi dengan keluhan radang pada kulit bayi (seborrheic dermatitis). Hal ini disebabkan karena kurangnya kandungan biotin dalam Air Susu Ibu (ASI), yaitu kurang dari 0.7 mg/100 ml.
  • Dosis :
    Dosis yang dibutuhkan tubuh adalah sekitar 0.1-0.3 mg.
  • Sumber alami :
    Vitamin B7 (biotin) banyak terkandung dalam makanan seperti, kuning telur, daging, ragi, kacang-kacangan, hati, pisang, jamur, semangka, dan anggur, kembang kol, wortel, ikan salmon, ikan sardine.
  • Dosis untuk pengobatan:
    Dosis untuk pengobatan diperlukan bagi mereka yang rentan mengalami defisiensi biotin, seperti gangguan genetic tubuh, ibu yang kurang asupan biotin (berguna bagi bayi yang disusuinya), dan orang yang terlalu banyak mengkonsumsi alcohol. Disamping itu penggunaan biotin juga cukup efektif untuk mengatasi jerawat, eksim, kuku rapuh, ruam popok, rambut rontok.
    Dosis yang digunakan untuk pengobatan adalah 5-10 mg per hari, sementara dosis untuk pencegahan agar jangan sampai terjadi defsiensi yaitu sebesar 0.15 mg.
  • Tanda-tanda keracunan:
    Belum banyak ditemukan keluhan/efek keracunan akibat vitamin B7 (biotin) ini, namun orang yang mengalami masalah seizures/kejang sebaiknya tidak mengkonsumsi biotin kecuali atas sepengetahuan dokter.


8. Vitamin B12 (kobalamin)
  • Fungsi :
    Vitamin B12 memegang peranan yang amat vital dalam pembentukan sel-sel darah, kesehatan fungsi system saraf, dan juga diperlukan tubuh bersamaan dengan penggunaan asam folat. Konsumsi asam folat dalam jumlah yang cukup besar tanpa dibarengi dengan konsumsi vitamin B12 akan sangat berbahaya. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai Asam folat dan vitamin B12 ini, Anda dapat membaca artikel saya.
  • Defisiensi :
    Defisiensi/kekurangan vitamin B12 menimbulkan keluhan dan gejala seperti, gangguan memori otak, konsentrasi yang buruk dan rendah, gangguan belajar, kelelahan, depresi, perubahan suasana hati, penyakit mental yang mengarah ke halusinasi, kebingungan, paranoid, pusing, kesemutan di tangan dan kaki, gangguan keseimbangan tubuh, iritasi pada mulut, lidah merah dan sakit, pencernaan yang buruk, gangguan perut, anemia megaloblaster. Defisiensi vitamin B12 banyak terjadi pada orang yang sudah lanjut usia dan orang vegetarian.
  • Dosis :
    Dosis vitamin B12 yang diperlukan sekitar 1-5 mikrogram per hari untuk orang dewasa yang sehat, dan sekitar 3-4 mikrogram per hari untuk ibu hamil dan menyusui.
  • Sumber alami :
    Vitamin B12 banyak terkandung dalam makanan seperti, hati, ginjal, daging, unggas, ikan, telur, dan produk olahan susu.
  • Dosis untuk pengobatan:
    Dosis kobalamin (vitamin B12) yang digunakan untuk pengobatan akibat defisiensi adalah 1 mg (1000 mikrogram) dalam bentuk hidroksikobalamin/hydroxycobalamin dengan cara injeksi 1-2 kali per minggu, selama 5 minggu, lalu 1 mg tiap 2 bulan. Dosis ini akan meningkat menjadi 5000 mikrogram tiap 2 hari untuk kasus pusing yang sangat parah.
  • Tanda-tanda keracunan:
    Sampai sejauh ini belum ditemukan keluhan dan gejala keracunan yang cukup serius dari penggunaan vitamin B12 (kobalamin).

9. Kolin
  • Fungsi :
    Kolin dalam bentuk fosfatidilkolin dan spingomielin berperan penting dalam menjaga membrane sel agar tetap berfungsi dengan baik. Kolin juga berfungsi dalam hal pembentukan asetilkolin, yaitu neurotransmitter yang menghubungkan impuls listrik sepanjang sinap diantara sel-sel saraf otak, sehingga komunikasi antara sel saraf otak dengan sel otot tetap berjalan dengan baik.
    Selain itu, fungsi penting lainnya dari kolin adalah berguna dalam metabolism lemak. Tanpa kolin, lemak akan terperangkap di dalam hati yang ujungya bisa menyebabkan tingginya kolesterol dan penyempitan pembuluh darah.
  • Defisiensi :
    Defisiensi/kekurangan kolin dapat menimbulkan gangguan hati, ginjal, mual, batu empedu, tukak lambung (ulkus lambung), gangguan memori dan konsentrasi, tekanan darah tinggi, insomnia, pusing, gangguan pertumbuhan tubuh (apalagi pada bayi yang baru lahir), kelainan dalam pembentukan tulang, anemia, infertilitas (ketidaksuburan), ganggunan pernapasan
    Defisiensi atau kekurangan kolin juga dapat menyebabkan timbulnya defisiensi akan asam folat.
  • Dosis :
    Dosis kolin yang dibutuhkan tubuh adalah:
    • bayi usia 0-6 bulan = 125 mg
    • Bayi 6-12 bulan: 150 mg
    • Anak 1-3 tahun: 150 mg
    • Anak 4-8 th: 250 mg
    • Anak 9-13 thn: 375 mg
    • Laki-laki usia 14 thn keatas: 550 mg
    • Perempuan usia 14-18 thn: 400 mg
    • Wanita usia 19 thn keatas: 425 mg
    • Wanita hamil 450 mg
    • Wanita menyusui 550 mg
  • Sumber alami :
    Kolin banyak terkandung dalam makanan seperti, kuning telur, ragi, ikan, kedelai, kacang tanah, hati sapi dan gandum, dan sayuran hijau, pisang, kembang kol, jagung, susu, jeruk, kentang, wijen, tomat.
  • Dosis untuk pengobatan:
    Dosis kolin yang digunakan untuk pengobatan adalah mencapai 10-16 g per hari untuk mengobati penyakit Alzheimer dan depresi.
    Untuk mengatasi masalah gangguan hati dosis kolin yang diperlukan selitar 350 – 500 mg (3 kali sehari) dan untuk menurunkan kolesterol yaitu 500-900mg (3 kali sehari).
  • Tanda-tanda keracunan:
    Tanda-tanda keracunan tidak ditemukan namun efek samping penggunaan suplement kolin adalah muntah, peningkatan air liur, berkeringat dan bau badan.

10. Inositol
  • Fungsi :
    Peranan inositol hampir mirip seperti peranan kolin dalam hal menjaga sel membrane dan komunikasi sel saraf dan sel otot. Inositol dan kolin juga digunakan untuk mencegah meningkatnya kolesterol dalam darah. Inositol juga berperan dalam pertumbuhan rambut, berguna dalam pengobatan penyakit saraf seperti depresi, serangan panic (kecemasan) dan Alzheimer, karena menurut beberapa studi inositol memiliki efek yang dapat menenangkan system saraf manusia.
  • Defisiensi :
    Defisiensi/kekurangan inositol antara lain rambut rontok, sembelit, eksim, kolesterol tinggi, gangguan pada mata.
  • Dosis :
    Dosis inositol yang dibutuhkan tubuh adalah 500 mg per hari.
  • Sumber alami :
    Inositol banyak terkandung dalam makanan seperti, daging sapi, otak, jantung, gandum, beras, beras merah, ragi, susu, kacang-kacangan, buah jeruk (kecuali jeruk lemon)
  • Dosis untuk pengobatan:
    Dosis pengobatan untuk mengatasi berbagai akibat defisiensi yaitu mencapai 3 g per hari.
  • Tanda-tanda keracunan:
    Sejauh ini belum ditemukan tanda-tanda keracunan yang cukup serius.

11. PABA (Para Amino Benzoic Acid)
  • Fungsi :
    PABA merupakan zat yang berperan dalam metabolism asam amino dan sel darah. PABA berfungsi sebagai antioksidan yang mampu mencegah terbentuknya radikal bebas pencetus kanker. PABA juga dapat berguna sebagai bahan dalam tabir surya untuk melindungi kulit dari sinar matahari, mencegah rambut beruban (menjaga pigmen rambut), dan mempertahankan keindahan rambut.
  • Defisiensi :
    Defisiensi/kekurangan PABA antara lain mudah marah, depresi, sembelit, gelisah, masalah kulit eksim, sakit kepala, gangguan pencernaan dan rambut cepat beruban.
  • Dosis :
    Tidak ada dosis yang disarankan per harinya namun penggunaan suplemen PABA dinilai masih aman bila dalam dosis 50-400 mg per hari. Penggunaan suplemen PABA harus disertai dengan penggunaan vitamin B kompleks lainnya, vitamin C dan asam folat.
  • Sumber alami :
    PABA terkandung dalam hati, ragi, gandum, jamur, bayam, hati dan dapat diproduksi oleh bakteri dalam usus manusia.
  • Dosis untuk pengobatan:
    Dosis pengobatan untuk mengatasi schizofrenia yaitu mencapai 2 g per hari (dengan sepengetahuan dokter).
  • Tanda-tanda keracunan:
    Penggunaan PABA berlebihan melebihi 400 mg dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan, gangguan hati, dan ruam dan gatal pada kulit.


     Semoga bermanfaat.***



Vitamin B Kompleks Bagian 2

|0 comments


     Melanjutkan mengenai penjelasan tentang Vitamin B Kompleks.Anda mungkin sudah membaca artikel megenai vitamin B kompleks sebelumnya dalam tulisan saya ( Vitamin B Komleks Bagian 1 ) . Jika Anda belum membacanya, saya sarankan untuk membacanya terlebih dahulu. Namun, dalam artikel tersebut saya hanya memberikan penjelasan mengenai vitamin B1, B2, dan B3. Menyambung pembahasan mengenai vitamin B kompleks ini, maka dalam artikel ini saya akan memberikan informasi lagi mengenai vitamin B5, B6, dan B9.
4. Vitamin B5 (Asam pantotenat)
  • Fungsi :
    Vitamin B5 terdapat pada hampir seluruh jaringan tubuh dan memegang peranan dalam sintesa dan perombakan karbohidrat, lemak, protein, sintesa kolesterol dan hormone steroid. Vitamin ini mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan normal tubuh.
  • Defisiensi :
    Defisiensi/kekurangan vitamin B5 menimbulkan keluhan dan gejala seperti, kelelahan, depresi, anoreksia, mual/muntah, perut kembung, kaki seperti terbakar, sembelit, kesemutan di tangan atau kaki, koordinasi terganggu, tekanan darah rendah, gula darah rendah, sakit pada punggung, rambut rontok berlebihan.
  • Dosis :
    Dosis yang dibutuhkan tubuh adalah sekitar 5-10 mg untuk orang dewasa dan bisa mencapai 20 mg / hari untuk anak-anak muda (remaja). Dosis akan meningkat pada kondisi kehamilan, stres, alergi dan penyakit kronis. Dalam ASI terkandung 0.26 mg per 100 ml ASI.
  • Sumber alami :
    Vitamin B5 banyak terkandung dalam makanan seperti, telur, ginjal, ikan salmon, ikan sardin, hati, ragi dan hampir semua makanan alami.
  • Dosis untuk pengobatan:
    Dosis yang digunakan untuk pengobatan adalah 500 – 2000 mg/hari.
  • Tanda-tanda keracunan:
    Belum ditemukan keluhan/efek keracunan akibat vitamin B5 ini.

5. Vitamin B6 (Piridoksin)
  • Fungsi :
    Di dalam hati, vitamin B6 dengan bantuan ko-faktor riboflavin dan magnesium diubah menjadi zat aktifnya yaitu piridoksat-5-fosfat(P5P). P5P ini merupakan zat yang sangat penting (sebagai ko-enzim) dalam metabolisme protein dan asam-asam amino, dan juga berperan dalam metabolisme karbohidrat dan lemak. Penggunaan P5P ini sangat dianjurkan untuk pasien dengan gangguan fungsi hati yang tidak mampu mengubah vitamin B6 menjadi P5P. Selain dapat membantu tubuh memecah protein, karbohidrat dan lemak, vitamin B6 juga berperan dalam menjaga kesehatan sel-sel darah merah, sistem saraf, dan bagian dari sistem kekebalan tubuh.
    Penggunaan vitamin B6 juga diperlukan pada kasus defisiensi vitamin B6, kondisi mual-mual dan depresi yang disebabkan oleh pil anti hamil, kondisi mual hamil, juga digunakan untuk menurunkan kadar homosistein (salah satu jenis asam amino) yang tinggi, yang merupakan faktor resiko penyakit jantung koroner (khususnya pada wanita).
  • Defisiensi :
    Defisiensi/kekurangan vitamin B6 menimbulkan keluhan dan gejala seperti, gangguan neurologis/system saraf, koordinasi tubuh terganggu, gugup, gelisah, cemas, emosi-marah, lekas marah, insomnia, depresi, kelelahan, keluhan pada masa pramenstruasi, gula darah rendah, tekanan darah rendah, pusing, gangguan kulit seperti jerawat, rambut rontok, cheilosis (retak di sudut mulut), lidah sakit, anoreksia dan mual, anemia, baal / kesemutan di tangan / kaki, gangguan penyembuhan luka, arithitis. Pada anak-anak dapat terjadi hambatan pertumbuhan dan anemia. Defisiensi vitamin B6 kemungkinan besar serig terjadi pada orang yang alkoholik.


  • Dosis :
    Dosis vitamin B6 yang dibutuhkan tubuh adalah hingga 2 mg / hari. Dosis meningkat ketika sedang dalam masa kehamilan dan menyusui (sekitar 2.5 mg/hari), mengalami tanda-tanda penuaan, ada gangguan penyakit, stres dan terapi hormon. Dosis untuk bayi sekitar 0.3 mg, yang diantaranya dapat diperoleh dari ASI (per 100 ml ASI mengandung 10 mikrogram Vitamin B6).
  • Sumber alami :
    Vitamin B6 banyak terkandung dalam makanan seperti, daging, hati, telur, ikan, ayam, kentang, nanas, gandum, roti, kedelai, alpukat, kacang tanah, walnut, buah segar (terutama pisang).
  • Dosis untuk pengobatan:
    Dosis yang digunakan untuk pengobatan adalah 1-100 mg / hari. Reaksi toksisitas muncul untuk dosis di atas 2000 mg/hari. Dosis untuk mengatasi mual hamil sekitar 50 mg per hari. Dosis pengobatan pada kondisi depresi akibat pil anti hamil sekitar 125 mg per hari selama 7 hari sebulan.
    Dosis penngobatan pada kasus Skizofrenia sekitar 250-500 mg per hari, dan dosis untuk menurunkan kadar homosistein yang tinggi sekitar 250 mg per hari, digunakan bersama dengan asam folat 5 mg.
  • Tanda-tanda keracunan:
    Tanda-tanda keracunan atau efek samping penggunaan vitamin B6 dosis yang amat tinggi adalah gangguan sistem saraf tubuh, mati rasa pada tangan dan kaki, alergi, memicu ataksia (jalan limbung akibat kehilangan kendali atas fungsi tubuh).

6. Vitamin B9 (Asam Folat)
Anda tentu sudah mengenal Asam folat bukan? Untuk memperkaya informasi Anda tentang asam folat Anda bisa membaca artikel

  • Fungsi :
    Vitamin B9 (Asam Folat) berkhasiat mencegah spina bifida pada bayi. Asam folat membantu sel tubuh membentuk dan menjaga DNA. Asam folat amat penting selama masa kehamilan dan menyusui. Selain itu, asam folat diduga kuat juga berkhasiat mencegah penyakit jantung, dan juga memiliki daya kerja protektif (bersifat melindungi) terhadap kanker kolon.
    Karena memegang peranan penting dalam membentuk sel-sel darah merah, Asam folat digunakan juga pada kasus anemia megaloblaster akibat defisiensi asam folat. Selain itu, juga bermanfaat selama terapi rematik dengan antagonis-folat metotreksat untuk mengurangi efek toksisitasnya.
  • Defisiensi :
    Defisiensi/kekurangan vitamin B9 (asam folat) menimbulkan gangguan seperti, gangguan mental, kurangnya daya ingat dan daya konsentrasi, apatis, kelelahan, depresi, paranoid, cheilosis (nyeri pada mulut),
    sakit lidah, anoreksia, pencernaan yang buruk, sembelit, sesak napas, lekas marah, insomnia, keluhan pada kaki.
    Kekurangan asam folat pada kehamilan diasosiasikan dengan cacat tabung saraf janin (spina bifida).
  • Dosis :
    Dosis vitamin B9 (asam folat) yang dibutuhkan tubuh adalah sekitar 40 mikrogram/hari. Dosis meningkat ketika sedang dalam masa kehamilan dan menyusui yaitu 400 – 800 mikrogram/hari. Bahkan untuk kasus tertentu bisa mencapai 4 – 5 mg perhari, khususnya bagi wanita hamil yang beresiko tinggi memiliki bayi dengan kondisi cacat saraf tulang belakang. Namun tentunya perlu resep dokter untuk mengasup asam folat dengan dosis setinggi ini. Baca lebih lanjut tentang asam folat.
  • Sumber alami :
    Vitamin B9 (asam folat) ini banyak terkandung dalam makanan seperti, sayuran hijau, gandum, buncis, kelapa, daging, ikan, hati, jeruk, jamur, kacang, dan ragi.
  • Dosis untuk pengobatan:
    Dosis yang digunakan untuk pengobatan adalah untuk kasus anemia megaloblaster 0.5 mg per hari selama 1-2 hari. Dosis untuk mencegah timbulnya spina bifida pada bayi yaitu 0.5 mg dimulai minimal 4 minggu sebelum terjadinya konsepsi (pembuahan).
    Dosis untuk menurunkan kadar homosistein yang tinggi adalah 5 mg per hari bersama vitamin B6 250 mg.
  • Tanda-tanda keracunan:
    Tanda-tanda keracunan atau efek samping penggunaan vitamin B9 (asam folat) dosis yang amat tinggi adalah peningkatan ketidakstabilan mental, lekas marah, tidur gelisah, susah tidur, peregangn abdomen (perut), anoreksia, perut kembung, mual, malaise (rasa kurang sehat, lesuh), kejang-kejang, dan gangguan penyerapan zinc kedalam tubuh. Catatan: suplemen dosis tinggi dapat memperburuk kontrol epilepsi.

     Penjelasan mengenai vitamin B7 (biotin), B12, kolin, inositol, dan PABA dapat dibaca dalam artikel selanjutnya klik disini >> Vitamin B Kompleks Bagian 3


     Semoga bermanfaat.***

Vitamin B Kompleks Bagian 1

|0 comments


     Selain vitamin yang pertama ( Vitamin A, baca artikel terkait tentang  :Vitamin A ), salah satu kelompok vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh manusia adalah kelompok vitamin B kompleks. Vitamin B kompleks secara resmi terdiri dari 11 zat yaitu vitamin B1, B2, B3, B5, B6, B9, B12, kolin, biotin, inositol, dan asam para amino benzoate (PABA). Pada artikel ini saya akan memberikan informasi mengenai kelompok vitamin B kompleks yang berguna bagi kesehatan manusia dan seberapa banyak dosis (jumlah) yang dibutuhkan dari tiap vitamin B kompleks tersebut.
  1. Vitamin B1 (Tiamin)
    • Fungsi :
      Di dalam tubuh berfungsi sebagai bentuk aktifnya yaitu tiamin firofosfat yang berperan sebagai ko-enzim dari karboksilase (enzim esensial pada metabolisme karbohidrat), dan pembentukan bio-energi dan insulin. Vitamin yang larut air ini juga penting untuk beberapa fungsi system saraf.
    • Defisiensi :
      Defisiensi atau kekurangan vitamin B1 akan menimbulkan gejala-gejala klinis seperti, lesu, pusing, emosi yang labil, depresi, kelelahan, insomnia, mudah marah, ketegangan, sakit kepala, mudah lupa, hilang ingatan, lemah otot, lebih sensitive terhadap rasa nyeri, mati rasa atau rasa terbakar di kaki dan tangan, lebih sensitive terhadap suara, sulit mencerna makanan yang masuk ke dalam tubuh, nafsu makan hilang atau berkurang, konstipasi (sembelit), gangguan metabolism, jantung berdebar, susah bernafas, gagal jantung. Defisiensi juga dapat menimbulkan penyakit beri-beri, sensitivitas pada gigi dan gusi. Namun, sebenarnya defisiensi vitamin B1 jarang terjadi. Kemungkinan paling sering terjadi pada orang yang sering meminum alcohol, karena alcohol mempengaruhi penyerapan tiamin dalam perut.
    • Dosis :
      Dosis yang dibutuhkan adalah 1 mg/hari. Kebutuhan meningkat seiring dengan tingginya pasokan gula atau alcohol ke dalam tubuh.
    • Sumber alami :
      Sumber alami vitamin B1 dapat diperoleh dari biji gandum, sereal, kentang, roti, kulit padi (dedak), ragi, daging babi, hati, unggas (ayam, itik, bebek), daging merah, sayuran hijau, kuning telur, ikan, tanaman polong-polongan seperti kacang polong, buah beri.
    • Dosis untuk pengobatan:
      100 -200 mg per hari, yang dibutuhkan bila terdapat masalah/gangguan pencernaan atau yang berkaitan dengan usus.
    • Tanda-tanda keracunan:
      Apabila berelebihan (dosis tinggi 5000 – 10.000 mg) akan muncul reaksi seperti anapilactik (suatu bentuk alergi yang parah dan bisa berujung pada kematian), pusing, sakit kepala, jantung berdebar, mudah marah, gatal-gatal, bintik-bintik merah dan bengkak, flushing (muka merah dan gatal-gatal, muntah.
  2. Vitamin B2 (Riboflavin)
    • Fungsi :
      Vitamin B2 (riboflavin) penting dalam pemeliharaan kesehatan kulit (bibir), mata, selubung saraf, otot, dan tulang. Vitamin B2 bersama vitamin B1 membantu tubuh menghasilkan energy dan mempengaruhi enzim yang penting bagi otot, saraf, dan hati. Vitamin B2 juga memiliki peranan penting dalam pemecahan karbohidrat, protein, dan lemak.
    • Defisiensi :
      Defisiensi (kekurangan) vitamin B2 akan menimbulkan gejala-gejala klinis seperti, insomnia (tidak dapat tidur), anemia, pusing, depresi, lebih sensitive terhadap cahaya, mata merah, gatal, dan perih, penglihatan kabur, katarak, rasa nyeri di sudut mulut, radang lidah, mulut, dan hidung, nyeri tenggorokan, gangguan kulit seperti kulit berminyak/bersisik (terutama di sekitar mulut dan hidung), komedo, jerawat, rambut rontok yang sangat parah.
    • Dosis :
      Dosis vitamin B2 yang dibutuhkan tubuh adalah 1 mg / hari. Untuk bayi sekitar 60 mcg, dan ibu hamil/menyusui 2 mg per hari.
    • Sumber alami :
      Vitamin B2 (riboflavin) bisa diperoleh dari sumber alami seperti, susu, telur, sayu-sayuran hijau, keju, hati, jeroan, ragi, daging dan roti.
    • Dosis
      Sampai dengan 500 mg / hari telah ditetapkan tanpa efek samping.
    • Tanda-tanda keracunan :
      Belum/jarang ditemukan reaksi efek/keracunan karena kebutuhan tubuh akan vitamin B2 bisa dikatakan sangat sedikit sekali.
  3. Vitamin B3 (Niasin dan Niasiamida)
    • Fungsi :
      Vitamin B3 memiliki peranan untuk menghasilkan energy di dalam sel dan membantu mempertahankan kulit, system saraf, dan system cerna agar tetap sehat. Niasin atau asam nikotinat (salah satunya banyak terkandung dalam kopi) di dalam hati salah satunya diubah menjadi Niasinamida. Niasinamida ini berperan dalam proses reduksi-oksidasi (redoks) dalam pernapasan sel, glikolisa, dan sintesis lipid (lemak). Niasinamida juga mampu mencegah diabetes karena kemampuannya dalam menghambat sistem imun dan memperbaiki sel-sel beta yang rusak. Vitamin B3 juga diperlukan untuk pengubahan triptofan menjadi serotonin. Apabila kekurangan vitamin B3 akan menimbulkan kelebihan triptofan di otak dengan gejala perubahan suasana jiwa dan perilaku.
    • Defisiensi :
      Defisiensi atau kekurangan dari vitamin B3 akan menimbulkan gejala-gejala klinis seperti, perasaan takut, cemas, khawatir yang berlebihan, kecurigaan, perasaan murung, depresi, kelelahan, lekas marah, insomnia, ketegangan / nyeri otot, sakit kepala, anoreksia , mual, ketidaknyamanan / nyeri perut, perut kembung, diare, kelemahan otot, sensasi terbakar di lidah dan anggota badan, gangguan sensorik tubuh, gangguan kognitif, berbagai masalah dilidah, sakit/bengkak pada gusi, mulut sakit, masalah kulit.
    • Dosis :
      Dosis yang dibutuhkan tubuh adalah sekitar 15-20 mg/hari (bila dietnya mengandung cukup protein 60-70 gram). Untuk bayi sekitar 4 mg per hari (kebutuhan ini bisa diperoleh dari ASI dimana per 100 ml ASI mengandung 0.6 mg.
    • Sumber alami :
      Vitamin B3 (Niasin) banyak terkandung dalam makanan kaya protein, daging, unggas, ikan, kacang tanah, ragi, kentang, hati dan bibit gandum, kopi
    • Dosis untuk pengobatan:
      100 -10.000 mg digunakan dalam terapi skizofrenia dan juga untuk menurunkan kolesterol. Skizofrenia adalah penyakit mental /kejiwaan yang parah dengan ditandai oleh timbulnya gejala seperti rasa tidak acuh, halusinasi, khayalan, angan-angan, paranoid, gangguan proses berpikir dan gangguan perilaku.
    • Tanda-tanda keracunan:
      Apabila berlebihan akan timbul reaksi keracunan dengan tanda-tanda seperti, munculnya rasa/sensasi terbakar, kebingungan mental, depresi, asam urat tinggi, kerusakan hati, gangguan kulit.
      Untuk kelanjutan mengenai Vitamin B Kompleks Bagian 2 silahkan klik disini >> Vitamin B Kompleks Bagian 2


     Semoga bermanfaat.***







Vitamin A untuk meningkatkan daya tahan tubuh Dan Kesehatan Mata

|0 comments

Apakah Vitamin A itu ?
Vitamin A adalah salah satu zat gizi mikro yang diperlukan oleh tubuh yang berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh (imunitas) dan kesehatan mata.

Akibat kekurangan Vitamin A

● Kurang Vitamin A (KVA) pada anak-anak yang berada di daerah pengungsian dapat menyebabkan mereka rentan terhadap berbagai penyakti infeksi, sehingga mudah sakit.

● Anak yang menderita kurang vitamin A, bila terserang campak, diare atau penyakit infeksi lain, penyakit tersebut akan bertambah parah dan dapat mengakibatkan kematian. Infeksi akan menghambat kemampuan tubuh untuk menyerap zat-zat gizi dan pada saat yang sama akan mengikis habis simpanan vitamin A dalam tubuh.

● Kekurangan vitamin A untuk jangka waktu lama juga akan mengkibatkan terjadinya gangguan pada mata, dan bila anak tidak segera mendapat vitamin A akan mengakibatkan kebutaan.

● Bayi-bayi yang tidak mendapat ASI mempunyai risiko lebih tinggi untuk menderita KVA, karena ASI merupakan sumber vitamin A yang baik.

Cara Mencegah KVA
Vitamin A dapat diperoleh dari ASI atau makanan yang berasal dari hewan (susu, daging ayam, hati, telur) atau dari sayuran hijau daerta buah berwarna merah dan kuning (mangga, pepaya)

Dalam keadaan darurat, dimana makanan sumber alami menjadi sangat terbatas, suplementasi kapsul vitamin A menjadi sangat penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadp penyakit.

Cara Mendapatkan Kapsul Vitamin A
Vitamin A dosis tinggi, baik yang biru maupun merah, tidak diperjual belikan dan diberikan secara gratis diposyandu

Dosis kapsul Vitamin A untuk Bayi dan Anak
Sebagai upaya pencegahan di daerah bencana, satu kapsul vitamin A biru dengan dosis 100.000 IU diberikan kepada seluruh bayi berusia 6-11 bulan, kapsul vitmain A berwarna merah dengan dosis 200.000 IU untuk seluruh balita usia 12-59 bulan, dan anak usia 5-12 tahun.

Kapsul vitamin A dosis tinggi aman diberikan dengan jarak minimal satu bulan. Walaupun demikian, bila ternyata anak mengkonsumsi kapsul vitamin A dengan selang waktu kurang dari satu bulan, biasanya tidak akan terjadi keracunan pada anak. Jika ditemukan anak mengkonsumsi lebih dari satu kapsul dalam kurun waktu satu bulan, segera laporkan pada petugas kesehatan.

Gratis


Dosis kapsul Vitamin A untuk Ibu Nipas
Ibu dalam masa nifas perlu mendapatkan dua kapsul vitamin A berwarna merah dengan dosis 200.000 IU. Pemberian kapsul pertama diberikan segera setelah melahirkan, dan kapsul kedua dengan selang waktu minimal 24 jam, tidak lebih dari 6 minggu setelah melahirkan.

kapsul Vitamin A tidak boleh diberikan kepada ibu hamil karena dosisnya terlalu tinggi untuk janin.

Semoga bermanfaat.

Pengertian Vitamin

|0 comments


     Yang dimaksud dengan Vitamin ( yang dalam bahasa Inggris: vital amine, vitamin ) adalah suatu zat senyawa kompleks yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita yang berfungsi untuk mambantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh. Tanpa vitamin manusia, hewan dan makhluk hidup lainnya tidak akan dapat melakukan aktifitas hidup dan kekurangan vitamin dapat menyebabkan memperbesar peluang terkena penyakit pada tubuh kita.

Vitamin berdasarkan kelarutannya di dalam air :
- Vitamin yang larut di dalam air : Vitamin B dan Vitamin C
- Vitamin yang tidak larut di dalam air : Vitamin A, D, E, dan K atau disingkat Vitamin ADEK.

1. Vitamin A
- sumber vitamin A =
susu, ikan, sayuran berwarna hijau dan kuning, hati, buah-buahan warna merah dan kuning (cabe merah, wortel, pisang, pepaya, dan lain-lain)
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin A =
rabun senja, katarak, infeksi saluran pernapasan, menurunnya daya tahan tubuh, kulit yang tidak sehat, dan lain-lain.
Untuk penjelasan lengkap mengenai vitamin klik disini >> Vitamin A

2. Vitamin B1
- sumber yang mengandung vitamin B1 =
gandum, daging, susu, kacang hijau, ragi, beras, telur, dan sebagainya
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B1 =
kulit kering/kusik/busik, kulit bersisik, daya tahan tubuh berkurang.

3. Vitamin B2
- sumber yang mengandung vitamin B2 =
sayur-sayuran segar, kacang kedelai, kuning telur, susu, dan banyak lagi lainnya.
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B2 =
turunnya daya tahan tubuh, kilit kering bersisik, mulut kering, bibir pecah-pecah, sariawan, dan sebagainya.

4. Vitamin B3
- sumber yang mengandung vitamin B3 =
buah-buahan, gandum, ragi, hati, ikan, ginjal, kentang manis, daging unggas dan sebagainya
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B3 =
terganggunya sistem pencernaan, otot mudah keram dan kejang, insomnia, bedan lemas, mudah muntah dan mual-mual, dan lain-lain

5. Vitamin B5
- sumber yang mengandung vitamin B5 =
daging, susu, sayur mayur hijau, ginjal, hati, kacang ijo, dan banyak lagi yang lain.
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B5 =
otot mudah menjadi kram, sulit tidur, kulit pecah-pecah dan bersisik, dan lain-lain

6. Vitamin B6
- sumber yang mengandung vitamin B6 =
kacang-kacangan, jagung, beras, hati, ikan, beras tumbuk, ragi, daging, dan lain-lain.
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B6 =
pelagra alias kulit pecah-pecah, keram pada otot, insomnia atau sulit tidur, dan banyak lagi lainnya.

7. Vitamin B12
- sumber yang mengandung vitamin B12 =
telur, hati, daging, dan lainnya
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B12 =
kurang darah atau anemia, gampang capek/lelah/lesu/lemes/lemas, penyakit pada kulit, dan sebagainya
Artikel lengkap mengenai vitamin B, klik disini >> Vitamin B Kompleks

8. Vitamin C
- sumber yang mengandung vitamin C =
jambu klutuk atau jambu batu, jeruk, tomat, nanas, sayur segar, dan lain sebagainya
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin C =
mudah infeksi pada luka, gusi berdarah, rasa nyeri pada persendian, dan lain-lain
Artikel lengkap mengenai Vitamin C, klik disini  >> Vitamin C

9. Vitamin D
- sumber yang mengandung vitamin D =
minyak ikan, susu, telur, keju, dan lain-lain
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin D =
gigi akan lebih mudah rusak, otok bisa mengalami kejang-kejang, pertumbuhan tulang tidak normal yang biasanya betis kaki akan membentuk huruf O atau X.
Penjelasan mengenai Vitamin D klik disini >> Vitamin D

10. Vitamin E
- sumber yang mengandung vitamin E =
ikan, ayam, kuning telur, kecambah, ragi, minyak tumbuh-tumbuhan, havermut, dsb
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin E =
bisa mandul baik pria maupun wanita, gangguan syaraf dan otot, dll
Penjelasan mengenai Vitamin E klik disini >> Vitamin E

11. Vitamin K
- sumber yang mengandung vitamin K =
susu, kuning telur, sayuran segar, dkk
- Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin K =
darah sulit membeku bila terluka/berdarah/luka/pendarahan, pendarahan di dalam tubuh, dan sebagainya
Penjelasan mengenai Vitamin K klik disini  >> Vitamin K


     Semoga bermanfaat.***



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...