Kamis, 10 Januari 2013

Jeans Ketat Berbahaya Untuk Kesehatan Vagina

|0 comments

Apakah Anda memerhatikan kalau belakangan ini area Miss Cheerful sering terasa "geli"?
Nope, bukan rasa "geli" biasa lho, tapi sensasi yang mirip dengan perasaan ketika kaki Anda kesemutan.

"Jeans yang terlalu ketat akan menekan saraf pada tulang panggul Anda, dan mengakibatkan kurangnya aliran darah dan oksigen ke vagina Anda," jelas Dr. Bratter.

Ada nama untuk kondisi macam ini adalah meralgia aresthetica. Efek jangka panjang? Anda akan merasa sakit luar biasa di vagina karena saraf yang rusak.

Semakin ketat celana jeans, semakin bagus pula bentuk bokong Anda dibuatnya. Tapi mungkin, not toooo tight? Perhatikan ukuran celana yang sering Anda kenakan agar ada ruang lebih bagi Miss Cheerful untuk "bernapas". Tapi jika rasa geli itu kembali muncul, segera cek ke dokter.

Untuk mengetahui apakah jeans Anda terlalu skinny, lakukan sebuah tes sederhana. Jika Anda bisa jongkok saat mengenakan jeans tanpa merasa adanya tekanan di Miss Cheerful, that's great!

(Cosmopolitan Indonesia edisi November 2011)

Sumber

Ingin Mempunyai Vagina Yang Sehat?Sering Seringlah Bercinta

|0 comments
Ghiboo.com - Pada umumnya kedalaman Miss Cheerful adalah 7,5 cm.

Namun, organ vital ini memiliki kapasitas luar biasa saat sebuah benda masuk ke dalamnya secara bertahap, bahkan kedalamannya bisa bertambah 150 hingga 200 persen lho!

Seberapa pun ukuran Mr. Happy, Miss Cheerful mampu menyesuaikannya. Sifat elastisnya ini dipengaruhi banyak hal seperti tinggi badan, rangsangan seksual, dan proses melahirkan.

Pakar kesehatan wanita di UCLA Medical Center, dr. Christine O'Connor mengatakan, Miss Cheerful memang tidak pernah berukuran tetap. Organ wanita yang satu ini bisa berubah sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan.

(Cosmopolitan Indonesia edisi Agustus 2012)

Sumber 

6 Hal Yang Menyebabkan Vagina Menjadi Kering

|0 comments

Ghiboo.com - Hampir semua wanita akan mengalami suatu masa dimana vagina akan terasa kering, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan atau nyeri saat berhubungan seks.

Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter jika hal ini mulai mengganggu dan mengkhawatirkan, apalagi jika kekeringan pada vagina disertai rasa terbakar, gatal, sakit, atau tetap kering meski sudah diberi pelumas buatan. Banyak hal yang menyebabkan vagina kering. Berikut ini ada 6 penyebab vagina kering yang dilansir melalui healthyvaginas, Rabu (22/2).

Penurunan Kadar Estrogen
Salah satu penyebab paling umum dari keringnya miss V adalah penurunan kadar estrogen, terutama saat setelah melahirkan, selama perimenopause, menopause atau menyusui, yang dapat menyebabkan penipisan dan pengeringan dinding vagina.

Pengobatan Kanker
Pengobatan kanker, seperti kemoterapi dan radiasi juga dapat menyebabkan penurunan lubrikasi vagina. Meskipun, kondisi Anda sangat membutuhkan pengobatan ini, Anda bisa menghindari kekeringan pada miss V dengan menggunakan krim pelembab yang berbahan dasar air maupun gel peremajaan vagina. Selain itu, tindakan operasi yang berkaitan reproduksi wanita, seperti operasi pengangkatan rahim, juga akan menyebabkan turunnya produksi lendir lubrikasi.

Penggunaan Obat
Obat antidepresan, asma, alergi dan obat lainnya yang dijual bebas atau yang mengandung antihistamin akan menyebabkan pembuluh darah sistemik, pada gilirannya juga akan menurunkan produksi cairan lubrikasi vagina. Selain itu, penggunaan cairan pembersih vagina juga dapat menganggu keseimbangan di dalam vagina dan menimbulkan peradangan (vaginitis), sehingga vagina terasa kering atau teriritasi.

Alergi
Banyak wanita yang mengalami alergi terhadap bahan kimia dalam deterjen, sabun, produk kebersihan dan parfum yang mempengaruhi kulit mereka. Ternyata, iritasi yang disebabkan oleh pakaian atau handuk juga dapat mempengaruhi vagina Anda. Selain itu, kondom dan pembalut yang memiliki aroma juga harus dihindari karena mengganggu keseimbangan pH alami vagina.

Stres
Faktor psikologis dan emosional, seperti stres dan mudah cemas, ternyata juga mendatangkan malapetaka pada hasrat seksual dengan menyebabkan kekeringan pada vagina. Saat wanita sedang stres, maka aliran darah tidak mengalir dengan baik yang mengakibatkan terjadinya vagina kering.

 Sumber

Hindari Hal Hal Berikut Untuk Kesehatan Vagina Anda?

|0 comments

Tak hanya perawatan kecantikan di wajah saja, area intim pun tak luput dari perhatian.

Kini, perawatan kecantikan vagina sedang nge-tren. Jadi Anda siap untuk ikut tren tersebut, maka bersiaplah untuk mengalami risiko berbahaya bagi kesehatan.

Berikut tren kecantikan bagi Miss V yang berbahaya, dilansir dari Health.com (9/1).


Mengecat bulu kemaluan. Kulit di area kemaluan jauh lebih mudah iritasi karena sangat sensitif dibandingkan kulit kepala Anda. Jadi, pikirkan ulang sebelum mewarnai bulu kemaluan demi mencegah terjadinya iritasi di daerah Miss V.



Bleaching. Bleaching atau pemutihan sengaja di lakukan wanita agar memiliki kulit yang lebih cerah di sekitar vagina. Sayangnya, bleaching dapat menyebabkan kulit iritasi, melepuh bahkan sulit buang air besar. "Jika dilakukan dengan tidak benar, ada kemungkinan risiko terkena herpes atau infeksi bakteri," jelas dermatolog Doris Day.

Brazilian waxing. Menghilangkan hampir semua bulu kemaluan bukanlah ide yang baik. Sadarkah Anda bahwa bulu kemaluan memberikan perlindungan bagi vagina Anda? "Waxing dapat mengangkat atau merobek kulit halus, yang menyebabkan rambut tumbuh ke dalam, timbul ruam dan infeksi," tegas Dr. Libby Edwards, MD, chief
of dermatology di Carolinas Medical Center, Carolina.

Tindik vagina. Tak hanya di telinga atau hidung saja. Tren tindik yang cukup nyeleneh juga dilakukan di sekitar vagina. Tentu saja risiko terkena infeksi sangat besar, mengingat area intim Anda sangat sensitif. Waspadai juga risiko pembengkakan dan kemerahan.

Sumber 

Minggu, 06 Januari 2013

Buah Avokad, Kiwi, dan Pepaya Sebagai Resep Awet Muda

|0 comments
Penuaan dini adalah hal yang dihindari oleh wanita. Ketimbang memakai berbagai perawatan kulit dari bahan kimia di kulit, lebih baik gunakan bahan-bahan alami ini.

Kiwi
Buah kiwi memiliki kandungan vitamin C yang tinggi. Satu buah kiwi bisa memenuhi kebutuhan vitamin C selama satu hari. Vitamin C bermanfaat untuk memperbaharui kolagen dalam kulit, sehingga kulit tetap terjaga kelenturannya. Selain itu, vitamin C berguna untuk membentuk antioksidan untuk mencegah partikel berbahaya merusak kulit. Kiwi juga kaya serat, sehingga membantu proses detoksifikasi tubuh. Rasanya pun sangat lezat.

Pepaya
Selain kaya serat dan vitamin C, buah pepaya juga memiliki kandungan vitamin A dan E yang tinggi. Kedua vitamin tersebut berguna untuk mengobati peradangan yang terjadi di jaringan kulit. Selain itu, kandungan karotin di dalam pepaya juga melindungi kulit dari kerusakan yang diakibatkan oleh sinar matahari.Buah pepaya segar dapat menjadi makanan penutup yang lezat juga sehat.

Buah Avokad

Buah Avokad memiliki kandungan minyak omega sehingga melindungi jaringan kulit dari peradangan. Selain itu buah ini juga kaya akan vitamin B5 yang membantu regenerasi sel kulit dan menjaga kelembapan serta kehalusan kulit.Selain itu avokad bisa dijadikan berbagai makanan yang lezat, juga masker alami wajah. Jadi Anda tak perlu membeli berbagai produk kosmetika yang mahal.

Lezat dan bermanfaat bukan?


Sumber

Makan Buah, Sebaiknya dikunyah atau dijus?

|0 comments
Mengonsumsi buah tergantung selera. Ada yang senang makan langsung, dipotong-potong, di rujak, atau di jus. Tetapi buah yang di jus tidak memberi efek tubuh secara maksimal.

"Buah sebaiknya dimakan langsung. Karena kalau kita mengunyah, kita merangsang ludah yang memiliki enzim, lalu enzim dirangsang, sehingga proses pencernaannya lebih baik, dibandingkan jus yang langsung diminum," jelas Emilia Achmadi MS, RD, nutrisionis dari Jakarta.

Lebih lanjut Emilia menjelaskan saat kita mengunyah buah, kita akan membakar kalori, dan bagi orang diet hal tersebut dapat menurunkan berat badan.

"Jadi kalau orang fokusnya mau menurunkan berat badan, ya makan buah, dengan mengunyah menambah outlet energy dari tubuh."

Dan untuk buah tertentu, sebaiknya jangan mengupas kulit buah ketika memakannya. Misalnya apel, buah yang tergolong super fruit ini memiliki antioksidan yang terdapat di kulitnya. Kita dapat menyiasatinya dengan memotong dadu atau potong tipis-tipis.

"Kalau kita makan apel dengan mengupas kulitnya karena rasanya sepet, kita menghilangkan 50 persen nutrisi yang terkandung di dalamnya," lanjutnya.


Sumber 

Tips Memilih Buah Avokad Yang Matang

|0 comments



Memilih avokad yang matang mungkin sangat menyulitkan bagi Kita.Terkadang ketika kita membeli avokad yang terlihat bagus diluarnya ternyata belum matang atau bahkan busuk.

Cara mengetahui avokad yang telah matang tidak dapat dilihat dari penampilan luarnya saja, mengetahui teksturnya dengan menekan juga diperlukan.

Lalu bagaimana cara mengetahuinya kalau itu buah avokad yang matang?Berikut cara mengetahui avokad yang matang, dilansir dari avocadocentral.com.

Langkah 1
Lihatlah warna kulit avokad, warna alpukat yang amtang berwarna coklat kehitaman. bagian permukaannya pun tidak terlihat kusam, dengan kulitnya yang terlihat kencang.

Langkah 2
Letakkan avokad digenggaman Anda. Jangan tekan dengan 1 jari karena akan merusak avokad tersebut.


Langkah 3
Tekan dengan menggunakan genggaman Anda. Jangan terlalu keras, apabila avokad yang berwarna coklat kehitaman masih sedikit keras, maka alpukat sudah matang. Namun jika avokad masih sangat keras, dipastikan belum matang. Sedangkan jika avokad lembek saat ditekan, maka avokad tersebut sudah terlalu matang atau bahkan busuk.

Langkah 4
Coba kelupas bagian pangkal batang yang berada di atas avokad. Jika Anda dapat dengan mudah mengelupasnya dan berwarna hijau, maka avokad tersebut matang.

Semoga bermanfaat, dan selamat mencoba!

Sumber
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...